
KUBU RAYA – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Barat kembali menunjukkan kesiapsiagaan dalam menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat perairan. Pada Minggu pagi (8/3/2026), personel Kapal Patroli (KP) VI-1018 TPI Sungai Rengas melaksanakan aksi “Polisi Penolong” dengan memberikan bantuan teknis kepada seorang nelayan yang mengalami kerusakan mesin di tengah perairan Sungai Rengas.
Aksi ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri yang solutif dalam menghadapi kendala darurat yang dialami masyarakat nelayan saat sedang mencari nafkah.
Bantuan Teknis di Tengah Sungai
Sekitar pukul 09.00 WIB, saat melaksanakan patroli rutin, personel KP. VI-1018 mendapati sebuah sampan nelayan yang terombang-ambing di perairan. Setelah didekati, diketahui bahwa nelayan tersebut, Bapak Rohman, sedang mengalami kendala mesin di mana sampannya tidak dapat dihidupkan kembali (mogok).
Melihat kondisi tersebut, personel Polairud segera merapat dan memberikan bantuan. Dengan berbekal keahlian teknis, petugas membantu memeriksa bagian mesin sampan dan melakukan upaya perbaikan di lokasi. Kehadiran petugas di tengah perairan ini sangat krusial untuk mencegah sampan hanyut lebih jauh ke area yang berisiko atau mengganggu jalur lalu lintas air lainnya.
Implementasi Nyata Program Polisi Penolong
Langkah responsif ini merupakan implementasi dari Surat Telegram Kakorpolairud Baharkum Polri Nomor: ST/472/X/HUM.3.3./2025 mengenai program Polisi Penolong. Program ini menekankan agar setiap anggota Polairud memiliki kepekaan tinggi dan kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama, baik secara fisik maupun teknis, kepada pengguna jasa perairan.
Komandan KP. VI-1018 TPI Sungai Rengas menyampaikan bahwa keselamatan nelayan adalah prioritas. Dengan berhasilnya mesin sampan dihidupkan kembali, Bapak Rohman dapat melanjutkan aktivitas melautnya tanpa harus khawatir tertahan lebih lama di tengah perairan.
Apresiasi dari Bapak Rohman
Bapak Rohman menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kepedulian personel Ditpolairud Polda Kalbar. Ia mengaku sangat terbantu, mengingat kerusakan mesin di tengah sungai merupakan situasi yang cukup menyulitkan bagi nelayan tradisional.
“Terima kasih banyak bapak-bapak Polairud dari TPI Sungai Rengas. Berkat bantuannya, mesin sampan saya bisa hidup lagi dan saya bisa lanjut bekerja,” ungkap Bapak Rohman.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Dokumentasi serta laporan resmi telah diteruskan kepada Direktur Polairud Polda Kalbar dan PJU Ditpolairud sebagai bentuk dedikasi pelayanan di wilayah perairan Kalimantan Barat.


