
KUBU RAYA – Dedikasi tinggi ditunjukkan oleh jajaran Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Barat di tengah pelaksanaan tugas berat. Pada Rabu pagi (18/3/2026), di sela-sela operasi pencarian korban kecelakaan kapal MV JH 07, tim SAR Ditpolairud berhasil menyelamatkan satu keluarga nelayan yang mengalami patah mesin di sekitar perairan Pulau Limbung, Kabupaten Kubu Raya.
Aksi ini merupakan bukti kesigapan personel dalam merespons situasi darurat demi menjamin keselamatan nyawa di perairan.
Pertolongan Darurat di Tengah Operasi SAR
Sekitar pukul 10.00 WIB, Kasi SarBinmasair Kompol Aam Kudussalam bersama tiga anggota tim SAR sedang melaksanakan penyisiran intensif untuk mencari satu korban hilang pasca-tenggelamnya kapal MV JH 07. Namun, di tengah proses pencarian tersebut, petugas mendapati sebuah sampan nelayan yang terhenti dan terombang-ambing di jalur pelayaran yang cukup berisiko.
Setelah dihampiri, didapati Bapak Furhan (34) bersama anak dan istrinya berada di atas sampan tersebut dalam kondisi mesin mati total. Mengingat cuaca perairan yang dinamis dan adanya anggota keluarga termasuk anak-anak di atas sampan, tim SAR segera mengambil tindakan diskresi untuk memberikan pertolongan darurat.
Evakuasi Menuju Pulau Limbung
Tanpa menunda waktu, tim SAR melakukan proses evakuasi dengan cara menarik (towing) sampan milik Bapak Furhan menuju arah Pulau Limbung, tempat tinggal keluarga tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keluarga nelayan tersebut mencapai daratan dengan aman sebelum tim melanjutkan kembali misi utama pencarian korban MV JH 07.
Implementasi Program Polisi Penolong
Aksi heroik ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Surat Telegram Kakorpolairud Baharkum Polri Nomor: ST/472/X/HUM.3.3./2025 mengenai program Polisi Penolong. Kompol Aam Kudussalam menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas tertinggi. Meskipun sedang menjalankan misi khusus, setiap personel Polri wajib memberikan bantuan kepada warga yang berada dalam kondisi terancam bahaya.
Bapak Furhan beserta istrinya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kesigapan petugas. Mereka mengaku sangat terbantu karena posisi sampan yang mati mesin berada cukup jauh dari pemukiman dan berisiko jika cuaca memburuk. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan lancar, dan tim SAR kembali melanjutkan misi pencarian korban kapal pasca-evakuasi tersebut.


