
KUBU RAYA – Keamanan di laut tidak hanya bergantung pada kondisi armada, tetapi juga kesehatan fisik para awaknya. Menyadari hal tersebut, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Barat melalui personel Kapal Patroli (KP) VI-10-18 dan KP. Juante VI-1004 melaksanakan aksi Polisi Penolong dengan mendampingi pemeriksaan kesehatan (Rikkes) ABK KM. Bintang Tenggara di Pelabuhan Perikanan TPI Sungai Rengas, Kamis pagi (9/4/2026).
Langkah proaktif ini dilakukan guna memastikan seluruh kru kapal dalam kondisi fit sebelum menempuh perjalanan jauh di perairan lepas.
Pendampingan Medis demi Keselamatan Pelayaran
Sekitar pukul 08.00 WIB, sebelum keberangkatan KM. Bintang Tenggara menuju zona penangkapan ikan, personel Polairud berinisiatif membantu memfasilitasi para ABK untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin. Petugas mengantarkan dan mendampingi proses pengecekan kondisi fisik guna mendeteksi adanya gangguan kesehatan yang bisa berisiko saat berada di tengah laut.
Kegiatan ini merupakan bentuk mitigasi kecelakaan laut yang seringkali dipicu oleh faktor kelelahan atau kondisi kesehatan kru yang tidak terpantau sebelum berlayar. Dengan adanya pemeriksaan ini, kesiapan operasional kapal menjadi lebih terjamin dari sisi sumber daya manusia.
Implementasi Nyata Program Polisi Penolong
Aksi ini merujuk pada Surat Telegram Kakorpolairud Baharkum Polri Nomor: ST/472/X/HUM.3.3./2025 mengenai program Polisi Penolong. Komandan KP. VI-10-18 TPI Sungai Rengas menyampaikan bahwa kepedulian terhadap kesehatan nelayan dan ABK adalah bagian dari pelayanan holistik Polri di wilayah perairan.

“Keselamatan pelayaran dimulai dari kesiapan personel di atas kapal. Kami hadir untuk membantu memastikan Pak Gunawan dan krunya berangkat dalam kondisi sehat, sehingga risiko medis di tengah laut dapat diminimalisir,” ujar perwakilan unit patroli.
Apresiasi dari Nakhoda KM. Bintang Tenggara
Pak Gunawan (48), selaku nakhoda KM. Bintang Tenggara, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas bantuan dan perhatian dari personel Ditpolairud Polda Kalbar. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan ini, karena jadwal keberangkatan yang padat seringkali membuat pemeriksaan kesehatan kru terabaikan tanpa dorongan dari petugas.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Dokumentasi serta laporan resmi telah diteruskan kepada Direktur Polairud Polda Kalbar dan PJU Ditpolairud sebagai bentuk dedikasi pelayanan harian di wilayah hukum perairan Kalimantan Barat.


