

SINTANG – Menindaklanjuti insiden kecelakaan helikopter yang terjadi di wilayah hukum Polres Sekadau, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Sintang merespons cepat dengan mengirimkan personel BKO (Bawah Kendali Operasi). Pada Kamis malam (16/4/2026), dilakukan apel pengecekan dan keberangkatan personel yang dipusatkan di halaman Mako Polres Sintang.
Langkah ini merupakan bagian dari sinergi antarwilayah dalam misi kemanusiaan guna mempercepat proses pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan udara tersebut.
Apel Pengecekan dan Kesiapan Personel
Kegiatan dimulai pada pukul 18.45 WIB dengan melibatkan total 17 personel yang disiapkan untuk mendukung operasi di Sekadau. Kekuatan personel ini terdiri dari 11 anggota Satuan Samapta dan 6 anggota Satpolairud Polres Sintang. Apel ini bertujuan untuk memastikan kesiapan fisik, mental, serta kelengkapan peralatan yang akan dibawa ke lokasi operasi.
Kasat Polairud Polres Sintang dalam laporannya menegaskan bahwa keterlibatan personel Airud sangat krusial dalam misi ini, mengingat medan pencarian di wilayah Sekadau yang banyak bersinggungan dengan area perairan sungai.
Keberangkatan Tim BKO Airud
Pasca apel pengecekan, sebanyak 6 personel Satpolairud Polres Sintang langsung diberangkatkan menuju Polres Sekadau menggunakan sarana darat operasional berupa mobil R4 Strada Triton dengan nomor lambung KB 8215 DF. Perjalanan darat ini dilakukan pada malam hari agar tim dapat segera bergabung dengan posko utama pencarian di Sekadau pada kesempatan pertama.
Sementara itu, 11 personel dari Satuan Samapta ditempatkan dalam posisi Stand By On Call (SBOC) di Mako Polres Sintang. Mereka siap diberangkatkan sewaktu-waktu apabila terdapat eskalasi kebutuhan personel di lapangan.
Sinergi Misi Kemanusiaan
Pengiriman personel BKO ini merupakan perintah langsung guna mendukung upaya maksimal Polri dalam menangani musibah kecelakaan helikopter. Kehadiran personel Satpolairud diharapkan dapat memberikan penguatan pada sektor pencarian di area perairan sungai dan pesisir daratan yang menjadi fokus operasi.
Seluruh rangkaian apel pengecekan hingga keberangkatan tim malam ini berjalan dengan aman dan terkendali. Laporan resmi telah diteruskan kepada Dirpolairud Polda Kalbar, Kapolres Sintang, serta jajaran PJU lainnya sebagai bentuk transparansi operasional misi kemanusiaan di wilayah Kalimantan Barat.


