
KUBU RAYA – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Barat kembali menunjukkan kesiapsiagaan dalam membantu masyarakat yang mengalami kendala teknis di perairan. Pada Selasa pagi (21/4/2026), personel Kapal Patroli (KP) VI-10-18 TPI Sungai Rengas melaksanakan aksi Polisi Penolong dengan memberikan bantuan mekanis kepada seorang nelayan yang terdampar akibat kerusakan mesin di tengah Sungai Rengas.
Aksi ini merupakan bagian dari komitmen Ditpolairud untuk memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas ekonomi para nelayan tradisional di wilayah perairan Kalimantan Barat.
Evakuasi dan Perbaikan Mesin di Tengah Perairan
Sekitar pukul 10.00 WIB, saat sedang melaksanakan patroli rutin di wilayah Perairan Sungai Rengas, petugas mendapati sebuah sampan nelayan dalam kondisi terapung-apung tanpa tenaga penggerak. Petugas segera merapat untuk melakukan pemeriksaan dan mendapati Bapak Usman, sang pemilik sampan, sedang mengalami kendala mati mesin yang cukup serius di tengah arus sungai.
Setelah dilakukan diagnosa teknis oleh personel KP. VI-10-18, ditemukan bahwa penyebab utama kegagalan mesin tersebut adalah kerusakan pada bagian busi. Dengan sigap, personel Polairud membantu proses penggantian busi mesin dan melakukan penyetelan ulang hingga mesin sampan kembali normal. Langkah cepat ini berhasil menyelamatkan Bapak Usman dari potensi bahaya hanyut terbawa arus sungai yang kuat.
Implementasi Nyata Program Polisi Penolong
Aksi kemanusiaan ini merujuk pada Surat Telegram Kakorpolairud Baharkum Polri Nomor: ST/472/X/HUM.3.3./2025 mengenai program Polisi Penolong. Komandan KP. VI-10-18 TPI Sungai Rengas menegaskan bahwa bantuan teknis di lapangan adalah wujud nyata pelayanan Polri yang responsif terhadap kesulitan warga.
“Kami hadir bukan hanya untuk memantau keamanan, tetapi juga untuk menjadi solusi bagi kendala teknis yang dihadapi warga di air. Kasus mati mesin seperti yang dialami Bapak Usman bisa berakibat fatal jika tidak segera dibantu. Kehadiran kami bertujuan untuk memastikan keselamatan jiwa dan kelangsungan mata pencaharian nelayan binaan kami,” ujar perwakilan unit patroli.
Apresiasi dari Nelayan Sungai Rengas
Bapak Usman menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas bantuan yang diberikan oleh personel Ditpolairud Polda Kalbar. Ia mengaku sangat terbantu karena tanpa kehadiran petugas, ia akan kesulitan untuk memperbaiki mesin seorang diri di tengah perairan yang jauh dari daratan dermaga.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Dokumentasi serta laporan resmi telah diteruskan kepada Direktur Polairud Polda Kalbar dan PJU Ditpolairud sebagai bentuk dedikasi pelayanan harian di wilayah hukum perairan Kalimantan Barat.


