
PALOH – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Barat secara konsisten terus mengedepankan pelayanan prima yang menyentuh langsung kelancaran aktivitas transportasi masyarakat pesisir. Pada Sabtu pagi (23/5/2026), personel Kapal Patroli (KP) VI-10-11 Wilayah Paloh melaksanakan aksi nyata Polisi Penolong dengan menyambangi dermaga rakyat dan membantu motoris mengatasi kendala teknis pada mesin kapal penyeberangan di Sungai Sumpit, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.
Langkah responsif ini diambil guna memastikan kelayakan armada angkutan air tradisional serta menjaga keselamatan warga yang menggantungkan mobilitas harian mereka pada jasa penyeberangan sungai tersebut.
Sinergi dan Gotong Royong Jamin Kelayakan Armada Penyeberangan
Sekitar pukul 10.00 WIB, saat menggelar patroli sambang dialogis dan memantau situasi kamtibmas di perairan perbatasan, personel KP. VI-10-11 mendapati salah seorang motoris penyeberangan Sungai Sumpit tengah mengalami kesulitan akibat mesin penggerak kapalnya yang mengalami gangguan teknis. Menyadari bahwa gangguan pada mesin dapat menghambat mobilitas publik serta memicu risiko keselamatan di air, petugas segera merapat untuk mengulurkan bantuan.
Petugas bersama motoris secara proaktif bahu-membahu membongkar, memeriksa komponen, hingga melakukan perbaikan dan perawatan pada mesin kapal. Tidak hanya fokus pada urusan mekanis, dalam giat tersebut personel juga ikut serta membantu melakukan pengecatan lambung perahu guna merawat material kapal agar tetap laik pakai. Aksi gotong royong ini terbukti mampu mempercepat proses perbaikan sehingga armada penyeberangan dapat segera beroperasi kembali melayani masyarakat secara optimal.
Sosialisasi Aspek Keselamatan Transportasi Air Rakyat
Sembari membantu melakukan perbaikan fisik dan pengecatan perahu, jajaran KP. VI-10-11 Wilayah Paloh turut menyampaikan edukasi penting terkait aspek Safety at Sea kepada motoris penyeberangan:
- Pemeriksaan Berkala: Mengimbau motoris untuk selalu melakukan pengecekan kondisi mesin dan lambung perahu secara rutin sebelum mulai mengangkut penumpang.
- Prioritaskan Life Jacket: Menekankan kewajiban menyediakan dan memastikan penggunaan alat keselamatan diri, baik bagi kru kapal maupun bagi seluruh masyarakat pengguna jasa penyeberangan.
- Kewaspadaan Arus Sungai: Mengajak operator armada tradisional untuk selalu memperhatikan dinamika pasang surut air dan cuaca lokal demi menghindari insiden fatal di tengah sungai.
Implementasi Berkelanjutan Program Polisi Penolong
Kegiatan humanis di akhir pekan ini merujuk langsung pada pedoman Surat Telegram Kakorpolairud Baharkam Polri Nomor: ST/472/X/HUM.3.3./2025 mengenai program Polisi Penolong. Komandan KP. VI-10-11 Wilayah Paloh menegaskan bahwa kehadiran aktif personel di lapangan diorientasikan untuk meminimalisir risiko kecelakaan perairan sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan warga binaan.
Tanggapan positif disampaikan langsung oleh pihak motoris penyeberangan Sungai Sumpit. Mereka mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan sigap dan kepedulian yang ditunjukkan oleh personel Polairud Marnit Paloh. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.


