
TELUK MELANO – Jajaran Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Barat terus konsisten memperluas program kemanusiaan dengan menyasar langsung kelompok lansia di kawasan pesisir. Pada Minggu pagi (31/5/2026), personel Kapal Patroli (KP) VI-10-10 Teluk Melano melaksanakan aksi nyata Polisi Penolong dengan menyambangi nelayan tradisional kurang mampu di kawasan pesisir sungai Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.
Langkah ini diambil secara proaktif sebagai wujud kepedulian kepolisian dalam meringankan beban pemenuhan kebutuhan pangan pokok sehari-hari bagi para nelayan tua yang telah memasuki usia senja.
Sentuhan Empati di Pesisir Sungai Rantau Panjang
Sekitar pukul 10.00 WIB, jajaran personel KP. VI-10-10 Teluk Melano bergerak menggunakan armada patroli menuju kawasan pemukiman pesisir sungai Rantau Panjang. Petugas mengunjungi salah seorang nelayan tradisional setempat bernama Bapak Budi, seorang kakek yang kini telah menginjak usia 78 tahun namun masih berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya.
Menyadari keterbatasan fisik dan tantangan ekonomi yang dihadapi oleh lansia prioritas tersebut, personel secara langsung mengantarkan bantuan berupa paket sembako. Kehadiran petugas dari pintu ke pintu (door-to-door) ini bertujuan untuk memastikan bantuan sosial dari kepolisian menyentuh tangan yang paling berhak, sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga nelayan tradisional di wilayah binaan.
Implementasi Nyata Maklumat Polisi Penolong
Kegiatan bakti sosial yang menyasar langsung masyarakat perairan ini merujuk pada pedoman Surat Telegram Kakorpolairud Baharkum Polri Nomor: ST/472/X/HUM.3.3./2025 mengenai program Polisi Penolong. Komandan KP. VI-10-10 Teluk Melano menegaskan bahwa penguatan pelayanan publik berbasis empati di wilayah pesisir merupakan instruksi yang terus diwujudkan secara konsisten.
“Bapak Budi di usia 78 tahun merupakan potret pejuang ekonomi pesisir yang wajib kita perhatikan bersama di usia senjanya. Melalui program Polisi Penolong ini, kami turun langsung ke pemukiman di sepanjang pesisir sungai Rantau Panjang untuk memastikan jaring pengaman sosial dari institusi kepolisian hadir nyata sebagai solusi bagi masyarakat,” ungkap perwakilan unit patroli.
Haru dan Apresiasi dari Nelayan Tradisional
Bapak Budi bersama warga nelayan pesisir sungai Rantau Panjang menyampaikan rasa haru dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian yang ditunjukkan oleh personel Polairud KP. VI-10-10 Teluk Melano. Uluran tangan ini dirasakan sangat berharga dalam menyambung pemenuhan kebutuhan dapur harian mereka. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.


