
PONTIANAK – Jajaran Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Barat kembali menunjukkan respons super cepat dalam menangani situasi darurat kemanusiaan di pintu masuk perairan Kota Pontianak. Pada Rabu pagi (3/6/2026), personel Kapal Patroli (KP) VI-10-12 Tanjung Pulau menggelar aksi nyata Polisi Penolong dengan mengevakuasi seorang penumpang yang tengah dalam kondisi sakit dan membutuhkan rujukan medis darurat saat bersandar di Dermaga Pelabuhan Senghie, Kota Pontianak.
Langkah taktis ini dilakukan guna memastikan pasien dari wilayah perairan pedalaman mendapatkan penanganan medis lanjutan secara cepat tanpa hambatan birokrasi dan transportasi darat.
Kawal Ketat Jalur Rujukan Pasien Menuju RSUD dr. Soedarso
Sekitar pukul 09.00 WIB, saat jajaran KP. VI-10-12 Tanjung Pulau sedang melaksanakan pengamanan wilayah dermaga, Kapal EMERALD STAR yang bertolak dari Penebang tiba dan bersandar di Pelabuhan Senghie. Petugas mendapatkan informasi bahwa di dalam kapal tersebut terdapat seorang penumpang yang kondisinya sangat lemas karena tengah dalam masa pengobatan intensif dan harus segera dirujuk ke rumah sakit pusat di ibu kota provinsi.
Merespons situasi darurat tersebut, personel polairud langsung bergerak menuju pintu keluar dek kapal. Petugas dengan sigap menggandeng, memapah, dan mengawal penumpang sakit tersebut melewati area dermaga yang ramai menuju kendaraan penjemput yang telah disiapkan. Untuk memastikan keselamatan nyawa pasien, personel juga mendampingi proses mobilisasi darat agar pasien bisa langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soedarso Pontianak dengan aman dan cepat.
Implementasi Berkelanjutan Maklumat Polisi Penolong
Aksi cepat tanggap kemanusiaan ini merujuk langsung pada pedoman Surat Telegram Kakorpolairud Baharkum Polri Nomor: ST/472/X/HUM.3.3./2025 mengenai program Polisi Penolong. Komandan KP. VI-10-12 Tanjung Pulau menegaskan bahwa fungsi kepolisian perairan sangat krusial dalam menjembatani akses kesehatan bagi masyarakat pulau dan pedesaan terpencil.
“Pelabuhan Senghie merupakan titik simpul penting kedatangan warga dari jalur perairan hulu. Ketika ada warga yang sakit dan membutuhkan rujukan darurat seperti ini, kecepatan penanganan fisik di dermaga adalah kunci utamanya. Melalui program Polisi Penolong, kami berkomitmen penuh untuk selalu siap siada memberikan pengawalan medis hingga pasien tiba di rumah sakit tujuan,” ungkap perwakilan unit patroli.
Rasa Haru dan Ucapan Terima Kasih Pihak Keluarga
Pihak keluarga pasien bersama kru Kapal EMERALD STAR menyampaikan rasa haru yang mendalam serta apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepedulian spontan yang diberikan oleh personel Polairud KP. VI-10-12 Tanjung Pulau. Bantuan fisik dan pengawalan menuju kendaraan ini dirasakan sangat menenangkan pihak keluarga di tengah kepanikan situasi medis. Seluruh rangkaian kegiatan evakuasi berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.


