
SAMBAS – Kepedulian jajaran Ditpolairud Polda Kalimantan Barat terhadap kesejahteraan masyarakat maritim terus dibuktikan secara konsisten di lapangan. Melalui program “Polisi Penolong”, personel KP. VI-10-11 Wilayah Paloh kembali turun tangan membantu para nelayan tradisional di kawasan Pelabuhan Tradisional Jeruju, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, pada Rabu pagi (22/7/2026).Kegiatan sambang pesisir yang dimulai sejak pukul 08.34 WIB ini merupakan bagian dari upaya pemeliharaan kamtibmas dan pendekatan humanis Polri. Saat menyusuri kawasan pelabuhan, anggota kepolisian melihat beberapa nelayan lokal sedang kewalahan memperbaiki jaring tangkap ikan mereka yang robek dan rusak pasca-melaut.Melihat kendala tersebut, personel KP. VI-10-11 Wilayah Paloh langsung merapat dan ikut serta merajut serta membetulkan jaring-jaring tersebut. Sentuhan gotong royong ini dilakukan agar alat tangkap ikan para nelayan dapat segera digunakan kembali untuk melaut demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.Sembari merajut jaring bersama warga, personel kepolisian juga menyelipkan pesan-pesan edukatif dan imbauan keselamatan pelayaran.”Kehadiran kami adalah wujud kepedulian nyata Polairud di tengah masyarakat pesisir. Selain membantu perbaikan alat tangkap, kami juga mengingatkan para nelayan agar selalu memprioritaskan keselamatan saat hendak berlayar, rutin memeriksa kelayakan armada dan alat tangkap, serta selalu memperhatikan dinamika cuaca sebelum melaut,” ujar Komandan KP. VI-10-11 Wilayah Paloh.Inisiatif dan kehangatan yang ditunjukkan oleh jajaran Ditpolairud Polda Kalbar ini disambut dengan penuh rasa syukur. Perwakilan nelayan tradisional Jeruju menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan fisik serta imbauan keselamatan yang diberikan oleh personel Marnit Paloh.


