
MEMPAWAH – Personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Barat kembali menunjukkan aksi nyata di lapangan. Melalui Unit Patroli KP. PENATA VI-1006, para personel kepolisian terjun langsung membantu para nelayan di wilayah perairan Muara Jungkat, Senin (16/2/2026) pagi.
Aksi yang berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB ini bukan sekadar patroli keamanan rutin, melainkan implementasi program “Polisi Penolong” sesuai arahan Kakorpolairud Baharkum Polri melalui Surat Telegram Nomor: ST/472/X/HUM.3.3./2025.
Wujud Kedekatan Polri dan Masyarakat Pesisir
Melihat para nelayan yang sedang bersiap membongkar hasil tangkapan ikan di pesisir, anggota KP. PENATA VI-1006 secara spontan merapat dan ikut serta membantu mengangkat keranjang-keranjang ikan. Kegiatan sosial ini bertujuan untuk meringankan pekerjaan fisik para nelayan sekaligus memberikan rasa aman atas kehadiran Polri di tengah-tengah aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kehadiran kami di Muara Jungkat bertujuan untuk membangun kepercayaan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa personel Polairud selalu siap sedia membantu warga pesisir dalam kondisi apa pun,” ungkap Komandan KP. PENATA VI-1006.
Apresiasi dari Nelayan Muara Jungkat
Aksi sigap para personel kepolisian ini mendapat sambutan positif dari komunitas nelayan setempat. Salah seorang nelayan yang dibantu menyatakan rasa terima kasihnya atas kepedulian anggota Polri yang tidak segan untuk turun langsung bekerja bersama rakyat.
“Kami merasa sangat terbantu dan dihargai. Kehadiran bapak-bapak dari Polairud di dermaga memberikan rasa tenang bagi kami saat bekerja,” ujar salah satu warga nelayan.
Komitmen Pelayanan di Wilayah Perairan
Kegiatan ini menegaskan bahwa tugas Polairud tidak hanya terbatas pada penegakan hukum dan keamanan laut, tetapi juga mencakup aspek pelayanan dan pengayoman yang humanis. Dengan adanya interaksi langsung seperti ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara masyarakat pesisir dan kepolisian guna menjaga kamtibmas di wilayah hukum perairan Kalimantan Barat.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan lancar tanpa kendala berarti. Aksi “Polisi Penolong” ini akan terus digalakkan secara konsisten di berbagai wilayah marnit (markas unit) lainnya.


