
KUBU RAYA – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Barat kembali menunjukkan komitmen “Polisi Penolong” melalui aksi penyelamatan darurat. Pada Rabu pagi (1/4/2026), personel Markas Unit (Marnit) Patroli Sukalanting melaksanakan evakuasi medis terhadap seorang lansia yang mengalami kecelakaan kerja di kawasan pesisir Tanjung Bayur, Desa Sukalanting, Kabupaten Kubu Raya.
Aksi cepat ini merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan Polri dalam memberikan bantuan darurat bagi warga pesisir yang membutuhkan akses medis segera melalui jalur perairan.
Evakuasi Darurat Melalui Jalur Perairan

Kejadian bermula sekitar pukul 10.00 WIB, saat Kamarnit Sukalanting, Aipda Ayi Gunawan, S.H., menerima laporan darurat dari Ketua RT 12 Desa Sukalanting, Bapak Rahmat. Dilaporkan bahwa seorang warga bernama Ibu Sumaye (60) mengalami luka robek serius di bagian kaki kanan akibat terkena arit saat sedang membersihkan kebun di sekitar rumahnya.
Mengingat lokasi korban yang cukup terpencil dan membutuhkan transportasi air cepat untuk mencapai fasilitas kesehatan, Aipda Ayi Gunawan bersama Briptu Andre Yudha segera bertolak menggunakan sarana dinas Speed Pol VI-1005 Sukalanting menuju Dermaga Tanjung Bayur.
Sinergi Penyelamatan dan Bantuan Kemanusiaan
Tiba di lokasi pada pukul 11.00 WIB, petugas langsung melakukan evakuasi terhadap Ibu Sumaye. Dengan sangat hati-hati, korban diangkat ke atas kapal patroli untuk selanjutnya dilarikan menuju Dermaga Sri Medan, Desa Sungai Asam. Selama perjalanan laut, personel terus memantau kondisi korban guna memastikan stabilitas fisiknya tetap terjaga.

Setibanya di Dermaga Puskesmas Desa Sungai Asam pada pukul 12.00 WIB, korban langsung diserahkan kepada tenaga medis untuk mendapatkan penanganan pertama. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pihak Puskesmas merujuk Ibu Sumaye ke Rumah Sakit AURI dr. Mohammad Sutomo di Sungai Durian menggunakan ambulans darat guna mendapatkan perawatan spesialis.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Kamarnit Sukalanting juga memberikan santunan pribadi untuk membantu meringankan biaya pengobatan keluarga korban.
Implementasi Program Polisi Penolong
Aksi evakuasi medis ini merujuk pada Surat Telegram Kakorpolairud Baharkum Polri Nomor: ST/472/X/HUM.3.3./2025 mengenai program Polisi Penolong. Komandan KP. VI-10-05 Sukalanting menegaskan bahwa keberadaan personel Polairud di wilayah perairan harus menjadi tumpuan utama masyarakat saat menghadapi situasi darurat medis.
Keluarga korban dan pengurus RT setempat menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih yang mendalam atas respon cepat dan kepedulian yang ditunjukkan oleh personel Ditpolairud Polda Kalbar. Seluruh rangkaian kegiatan evakuasi berjalan dengan aman dan lancar.


