
SIMPANG HILIR – Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam suasana sukacita atau pengamanan rutin, namun juga dalam momen duka cita. Pada Jumat pagi (20/2/2026), jajaran Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Barat melalui Personel KP. VI-10-10 Telok Melano menunjukkan empati mendalam dengan melaksanakan takziah ke rumah duka salah satu warga di Desa Rantau Panjang.
Aksi ini merupakan bagian dari implementasi program “Polisi Penolong” yang mengedepankan sisi kemanusiaan dan kedekatan emosional antara petugas kepolisian dengan masyarakat pesisir.
Gotong Royong Bersama Masyarakat Rantau Panjang
Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB, ketika Komandan KP. VI-10-10 Telok Melano, Aipda Heriyanto, S.H., bersama anggotanya, Bharada Deo Nur Apriyanta, menyambangi rumah duka almarhum Saudara Abdullah Bin Yani (Opah). Almarhum merupakan sosok warga yang dikenal baik di lingkungan Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir.
Tidak sekadar berkunjung untuk berbela sungkawa, personel Ditpolairud langsung membaur bersama warga setempat untuk membantu pihak keluarga. Secara gotong royong, petugas membantu proses pembuatan peti jenazah serta turut serta mengangkat tandu jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir.
Implementasi Nyata Polisi Penolong
Langkah ini selaras dengan Surat Telegram Kakorpolairud Baharkum Polri Nomor: ST/472/X/HUM.3.3./2025 tanggal 10 Oktober 2025 tentang Polisi Penolong. Program ini menginstruksikan seluruh jajaran Polairud untuk menjadi pelindung, pengayom, dan penolong bagi masyarakat dalam segala situasi, termasuk saat warga sedang mengalami musibah atau kedukaan.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum dan wujud dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan. Polri adalah bagian dari masyarakat, dan sudah menjadi kewajiban kami untuk membantu dalam suka maupun duka,” ujar Aipda Heriyanto di lokasi.


