
PALOH, SAMBAS – Sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat pesisir terus diperkuat melalui aksi nyata di lapangan. Pada Rabu siang (18/2/2026), jajaran Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Kalimantan Barat melalui unit KP. VI-10-11 Wilayah Paloh menggelar aksi simpatik dengan terjun langsung membantu nelayan tradisional di Pelabuhan Tradisional Merbau, Kecamatan Paloh.
Kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari program “Polisi Penolong” yang tertuang dalam Surat Telegram Kakorpolairud Baharkam Polri Nomor: ST/472/X/HUM.3.3./2025. Program ini bertujuan untuk menghadirkan sosok Polri yang solutif dan peduli di tengah kesulitan masyarakat.
Bantu Nelayan Bongkar Muat di Dermaga
Sejak pukul 11.00 WIB, Komandan KP. VI-10-11 beserta anggota tampak berada di dermaga menyambut kedatangan kapal-kapal nelayan. Tanpa canggung, para personel berbaju biru ini ikut membantu para nelayan mengangkat keranjang-keranjang berisi ikan hasil tangkapan dari kapal menuju area pelabuhan.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses bongkar muat sehingga kesegaran hasil tangkapan tetap terjaga, sekaligus meringankan beban fisik para nelayan yang baru saja kembali dari melaut.
Edukasi Keselamatan Berlayar (Safety at Sea)
Selain memberikan bantuan fisik, Komandan KP. VI-10-11 Wilayah Paloh juga memanfaatkan momentum tersebut untuk berdialog secara humanis dengan warga pesisir. Dalam kesempatan sambang tersebut, personel memberikan beberapa poin imbauan penting, di antaranya:
- Pengecekan Alat Tangkap: Memastikan seluruh peralatan dalam kondisi prima sebelum berangkat.
- Waspada Cuaca: Mengingatkan nelayan untuk selalu memantau prakiraan cuaca guna menghindari risiko kecelakaan laut.
- Alat Keselamatan: Menekankan pentingnya membawa pelampung (life jacket) saat beraktivitas di perairan.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk kepedulian. Kami ingin memastikan hubungan antara Polairud dan masyarakat nelayan tetap harmonis, sembari memastikan mereka tetap mengutamakan keselamatan saat mencari nafkah,” ujar Komandan KP. VI-10-11 dalam laporannya.
Apresiasi dari Nelayan Merbau
Warga dan nelayan tradisional di Dusun Merbau menyambut positif kehadiran personel Ditpolairud Polda Kalbar. Salah satu nelayan mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan secara mendadak tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak-bapak Polairud Paloh. Tidak hanya menjaga keamanan laut kami, mereka juga mau turun langsung membantu kami mengangkat ikan. Kami merasa lebih diperhatikan,” ungkap salah seorang nelayan di lokasi.
Situasi Kondusif
Hingga berakhirnya kegiatan, situasi di Pelabuhan Tradisional Merbau terpantau aman dan terkendali. Laporan ini telah diteruskan kepada Direktur Polairud Polda Kalbar dan Pejabat Utama (PJU) sebagai bentuk transparansi pelaksanaan tugas di lapangan.
Melalui aksi “Polisi Penolong” ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, khususnya di wilayah perbatasan dan pesisir Kalimantan Barat, semakin meningkat.


