
PALOH – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Barat secara berkesinambungan terus memantapkan perannya sebagai motor penggerak pelayanan prima di wilayah pesisir perbatasan. Pada Kamis pagi (4/6/2026), personel Kapal Patroli (KP) VI-10-11 Wilayah Paloh menggelar aksi nyata Polisi Penolong dengan menyambangi dan membantu nelayan tradisional memperbaiki kerusakan perahu di kawasan Dusun Merbau, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.
Langkah ini diambil secara responsif untuk membantu mengatasi kendala teknis sarana kerja nelayan lokal sekaligus memastikan aspek kelaikan laut (Seaworthiness) tetap terpenuhi sebelum armada bertolak mencari nafkah.
Sinergitas dan Gotong Royong di Pesisir Dusun Merbau
Sekitar pukul 10.00 WIB, saat melaksanakan patroli sambang dialogis dan monitoring kamtibmas perairan, personel KP. VI-10-11 Wilayah Paloh mendapati salah seorang nelayan tradisional di kawasan Dusun Merbau tengah mengalami kendala pada lambung perahunya. Menyadari bahwa kondisi fisik perahu berkorelasi langsung dengan keselamatan jiwa di laut lepas, petugas segera turun untuk memberikan bantuan fisik.
Petugas bersama para nelayan bahu-membahu melakukan perbaikan darurat, merapikan, dan memperkuat komponen perahu yang mengalami kerusakan agar kembali laik pakai secara optimal. Aksi gotong royong di pesisir Desa Sebubus ini terbukti efektif dalam meringankan beban kerja fisik warga serta mempercepat kesiapan armada sebelum kembali turun melaut.
Edukasi Aspek Keselamatan Berlayar dan Antisipasi Cuaca
Sembari mendampingi nelayan melakukan perbaikan teknis sarana kerja, jajaran KP. VI-10-11 Wilayah Paloh turut memanfaatkan ruang dialog untuk memberikan imbauan penting terkait keselamatan pelayaran rakyat (Safety at Sea):
- Pantau Perkembangan Cuaca: Mengingatkan para nelayan untuk selalu aktif memeriksa prakiraan cuaca terkini dari BMKG serta dinamika gelombang sebelum memutuskan berangkat menuju zona tangkap.
- Kelayakan Alat Tangkap: Menghimbau untuk melakukan inspeksi berkala terhadap kondisi jaring dan mesin kapal demi menghindari kendala operasional di tengah laut.
- Ketersediaan Pelampung: Menekankan kewajiban menyediakan serta memakai alat keselamatan diri seperti life jacket selama beraktivitas di atas air.
Implementasi Berkelanjutan Program Polisi Penolong
Kegiatan humanis di pertengahan pekan ini merujuk langsung pada pedoman Surat Telegram Kakorpolairud Baharkum Polri Nomor: ST/472/X/HUM.3.3./2025 mengenai program Polisi Penolong. Kehadiran aktif personel di lapangan diorientasikan untuk meminimalisir risiko kecelakaan perairan sekaligus mempererat jalinan silaturahmi kemitraan dengan warga binaan pesisir.
Tanggapan positif disampaikan langsung oleh perwakilan nelayan tradisional Merbau, Kecamatan Paloh. Mereka menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan sigap dan kepedulian nyata yang ditunjukkan oleh personel Polairud Marnit Paloh. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.


