
PONTIANAK – Jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Barat kembali menorehkan aksi kemanusiaan yang mendalam di garis pantai barat Kalimantan. Pada Jumat (26/6/2026) pagi, personel Kapal Patroli (KP) VI-1018 TPI Sui Rengas bergerak cepat menyelamatkan nasib seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang terlantar akibat jeratan kesulitan ekonomi di kawasan pelabuhan.
Aksi tanggap darurat ini bermula sekitar pukul 09.00 WIB di kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak. Saat petugas tengah melakukan pengamanan dan pemantauan wilayah, mereka menerima informasi mengenai adanya seorang ABK bernama Harriez Setiawan yang sedang terombang-ambing dalam ketidakpastian. Harriez diketahui tidak lagi memiliki biaya sepeser pun untuk sekadar membeli tiket perjalanan pulang ke kampung halamannya.
Mendengar kondisi memprihatinkan yang menimpa pekerja maritim tersebut, personel KP. VI-1018 TPI Sui Rengas segera mengambil langkah nyata sebagai “Polisi Penolong”. Petugas langsung merangkul Harriez, melakukan pendataan identitas, memberikan pendampingan moril, serta berkoordinasi secara intensif dengan otoritas dan pihak-pihak terkait di pelabuhan demi mengupayakan dan memfasilitasi proses kepulangannya.
Langkah kepedulian yang menyentuh ini merupakan implementasi nyata dari program “Polisi Penolong” yang merujuk pada Surat Telegram Kakorpolairud Baharkum Polri Nomor: ST/472/X/HUM.3.3./2025, sebagai bukti bahwa Polri selalu hadir melindungi seluruh lapisan masyarakat perairan di saat-saat tersulit mereka.
“Ketika seorang pekerja kapal mengalami benturan ekonomi hingga tidak bisa pulang ke keluarga, sudah menjadi kewajiban moral kami untuk mengulurkan tangan. Kami melakukan pendampingan penuh dan berkoordinasi dengan segenap pemangku kebijakan di Pelabuhan Dwikora guna memastikan Saudara Harriez mendapatkan jalur kepulangan yang layak, aman, dan lancar sampai ke tujuannya,” tegas perwakilan personel KP. VI-1018 TPI Sui Rengas.
Uluran tangan dan kebaikan yang ditunjukkan oleh para personel berseragam biru ini memicu rasa haru yang mendalam bagi Harriez Setiawan. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian, kehangatan, dan bantuan nyata yang diberikan oleh personel Ditpolairud Marnit TPI Sui Rengas. Berkat kesigapan petugas, asanya untuk dapat berkumpul kembali bersama keluarga akhirnya dapat terwujud.


