
PEMANGKAT – Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Sambas terus mengedepankan aksi nyata dalam mendukung produktivitas masyarakat nelayan. Pada Kamis pagi (14/5/2026), personel Satpolairud Polres Sambas melaksanakan aksi Polisi Penolong dengan menyambangi nelayan yang sedang mempersiapkan alat tangkap di wilayah pesisir Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas.
Langkah ini diambil untuk memastikan para nelayan dapat segera melaut dengan kondisi peralatan yang optimal guna mendukung hasil tangkapan yang maksimal.
Sinergi dan Gotong Royong di Pesisir Pemangkat
Sekitar pukul 09.00 WIB, AIPDA Hendri.K bersama BRIPKA Sanedi melaksanakan patroli dialogis di sepanjang garis pantai Pemangkat. Dalam giat tersebut, petugas menjumpai sejumlah nelayan tradisional yang tengah mengalami kendala pada jaring tangkap mereka. Personel Satpolairud segera turun tangan membantu proses perbaikan jaring yang rusak agar dapat kembali digunakan.
Aksi membantu merajut kembali jaring yang robek ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap detail kebutuhan masyarakat nelayan. Kehadiran petugas di tengah kesibukan warga pesisir bertujuan untuk meringankan beban kerja fisik sekaligus menjalin komunikasi yang hangat guna menyerap informasi terkait situasi keamanan di perairan.
Implementasi Nyata Program Polisi Penolong
Kegiatan ini merujuk pada Surat Telegram Kakorpolairud Baharkum Polri Nomor: ST/472/X/HUM.3.3./2025 mengenai program Polisi Penolong. Kasatpolairud Polres Sambas menegaskan bahwa pelayanan kepada nelayan adalah prioritas utama untuk membangun kemitraan yang kuat antara kepolisian dan masyarakat pesisir.
“Pesisir Pemangkat adalah salah satu sentra perikanan penting di Kabupaten Sambas. Dengan membantu nelayan memperbaiki alat tangkap mereka, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra yang siap membantu dalam setiap kesulitan warga sehari-hari,” ujar perwakilan Satpolairud Polres Sambas.
Menciptakan Kamtibmas Perairan yang Kondusif
Selain memberikan bantuan fisik, personel juga memberikan imbauan agar nelayan selalu memperhatikan faktor keselamatan saat melaut dan menjaga kelestarian ekosistem laut dengan tidak menggunakan alat tangkap yang dilarang. Para nelayan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan petugas yang mau terjun langsung membantu pekerjaan mereka. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.


