
KUBU RAYA — Ditpolairud Polda Kalbar terus menunjukkan komitmen nyata dalam mengawal dan mensukseskan program pemerintah. Melalui personel Kapal Patroli (KP) Sempadi VI-1005 Wilayah Sukalanting, jajaran Ditpolairud Polda Kalbar menggelar aksi Panen Jagung Pipil Kuartal I Tahun 2026 di Desa Sukalanting, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan pemanenan yang berlokasi di Parit Selamat, Dusun Batang Karang ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Dirpolairud Polda Kalbar Nomor: Sprin/152/III/KEP./2026 sebagai langkah konkret mendukung pencapaian Swasembada Pangan Nasional Tahun 2026.
Pelaksanaan panen dipimpin langsung oleh Kasi Sarbinmasair Ditpolairud Polda Kalbar, Kompol Aam Kudussalam, S.H., M.H., dan dihadiri oleh Dan KP. Sempadi VI-1005 Sukalanting Aipda Ayi Gunawan, S.H., beserta anggota, personel Subdit Patroli, Perwakilan Pemerintah Desa (Ketua RT 08 Desa Sukalanting), 10 orang petani lokal pemilik dan pengelola lahan, serta partisipasi aktif dari siswa-siswi SMA Bina Bangsa.
Sinergi Bersama Wujudkan Kemandirian Pangan

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama dan sambutan hangat dari pihak desa serta arahan dari Kasi Sarbinmasair, sebelum seluruh personel dan masyarakat turun langsung ke bidang tanah monokultur milik Bapak Munif tersebut. Dalam aksi panen bersama ini, dari total lahan seluas ± 5 hektar yang ditanami sejak pertengahan Juni lalu, tim berhasil memanen lahan tahap pertama seluas ± 3 hektar dengan total hasil panen jagung pipil mencapai ± 2 ton.
Kompol Aam Kudussalam menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas pertanian, melainkan bagian dari pelaksanaan prioritas Program Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia untuk menjamin ketersediaan pangan yang berkelanjutan sekaligus menguatkan perekonomian masyarakat lokal.
“Melalui pemanenan jagung ini, kita ingin membangun sinergi yang makin kokoh antara kepolisian, pemerintah daerah, elemen masyarakat, hingga generasi muda. Keterlibatan para siswa SMA dalam kegiatan panen ini juga menjadi sarana edukasi penting agar generasi penerus memahami nilai strategis dari ketahanan pangan nasional,” ujar Kompol Aam.
Optimalkan Potensi Lahan di Tengah Tantangan Cuaca

Sementara itu, untuk sisa lahan seluas ± 2 hektar lainnya, proses pemanenan direncanakan akan dilanjutkan pada akhir bulan September mendatang. Penjadwalan ini dilakukan mengingat pertumbuhan tanaman di area tersebut memerlukan waktu tambahan akibat dampak musim kemarau yang sempat memperlambat fase vegetatif tanaman.
Seluruh rangkaian kegiatan panen raya yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai pada pukul 13.00 WIB tersebut berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif. Langkah berkesinambungan ini diharapkan dapat menjadi momentum pendorong bagi daerah lain di Kalimantan Barat untuk terus memanfaatkannya sebagai kawasan produktif pendukung kedaulatan pangan Indonesia.


