
PONTIANAK – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Barat kembali menunjukkan kesiapsiagaan dalam menjaga keselamatan alur pelayaran. Pada Selasa pagi (28/4/2026), personel Kapal Patroli (KP) VI-10-12 Tanjung Pulau melaksanakan aksi Polisi Penolong dengan mengevakuasi sebuah speedboat penumpang yang mengalami mati mesin di tengah perairan Sungai Kapuas, tepatnya di sekitar Dermaga Pelabuhan Kapuas Indah.
Langkah responsif ini diambil guna mencegah terjadinya kecelakaan air akibat kapal yang terombang-ambing di jalur pelayaran yang padat.
Respon Sigap Terhadap Kendala Teknis di Tengah Sungai
Sekitar pukul 10.00 WIB, saat melaksanakan patroli rutin di perairan Sungai Kapuas, petugas mendapati sebuah speedboat dalam kondisi mesin mati dan hanyut di tengah sungai. Speedboat tersebut diketahui baru saja bertolak dari Pangkalan Baladewa untuk mengantar penumpang, namun saat berada di tengah perairan, mesin tiba-tiba mengalami gangguan teknis dan tidak dapat dihidupkan kembali meskipun telah dicoba berulang kali oleh motoris.
Melihat posisi kapal yang berada di tengah alur pelayaran utama yang berisiko tinggi terjadi tabrakan, personel KP. VI-10-12 segera merapat untuk memberikan pertolongan. Petugas melakukan evakuasi dengan cara menggandeng (towing) speedboat tersebut menuju Pangkalan Baladewa agar dapat dilakukan perbaikan lebih lanjut di area yang aman.
Implementasi Nyata Program Polisi Penolong
Aksi ini merupakan bentuk implementasi dari Surat Telegram Kakorpolairud Baharkum Polri Nomor: ST/472/X/HUM.3.3./2025 mengenai program Polisi Penolong. Komandan KP. VI-10-12 Tanjung Pulau menegaskan bahwa kehadiran polisi di perairan harus mampu memberikan jaminan keselamatan bagi para pelaku transportasi air.
“Kondisi mati mesin di tengah Sungai Kapuas sangat berbahaya karena arus yang kuat dan lalu lintas kapal yang padat. Kehadiran kami bertujuan untuk memastikan kendala teknis seperti ini tidak berujung pada insiden kecelakaan. Bantuan penggandengan kapal adalah wujud pelayanan prima kami untuk masyarakat,” ujar perwakilan unit patroli.
Apresiasi dari Motoris dan Penumpang
Motoris speedboat menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesigapan personel Ditpolairud Polda Kalbar. Ia merasa sangat terbantu karena jika tidak segera dievakuasi, kapalnya berpotensi terbawa arus menjauh atau mengganggu jalur kapal-kapal besar yang melintas.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Dokumentasi serta laporan resmi telah diteruskan kepada Direktur Polairud Polda Kalbar dan PJU Ditpolairud sebagai laporan dedikasi pelayanan harian di wilayah hukum perairan Kalimantan Barat.


