
PALOH, SAMBAS – Menegaskan komitmen pelayanan yang proaktif, humanis, dan senantiasa hadir mendampingi aktivitas perekonomian warga pesisir, jajaran Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) terus menggalakkan aksi nyata di lapangan. Melalui penguatan program unggulan Polisi Penolong, personel Ditpolairud Polda Kalbar dari unit Kapal Patroli KP. VI-10-11 Wilayah Paloh membantu para nelayan tradisional menaikkan jaring tangkap dari perahu menuju daratan di Pelabuhan Tradisional Merbau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Senin (26/10/2026).
Kegiatan aksi cepat dan sambang dialogis tersebut dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB. Saat menyusuri kawasan pesisir dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel KP. VI-10-11 Wilayah Paloh melihat sekelompok nelayan tradisional Merbau yang baru saja kembali dari laut dan tengah bersiap merapikan perlengkapan tangkap.
Membantu Pengangkatan Alat Tangkap dan Edukasi Keselamatan Pelayaran
Proses mengangkat dan memindahkan jaring ikan basah berukuran besar dari atas perahu menuju area daratan dermaga membutuhkan tenaga fisik yang prima serta kerja sama yang solid. Beban jaring yang berat setelah direndam di laut kerap menjadi tantangan tersendiri bagi para nelayan tradisional seusai melaut.
Melihat kondisi tersebut, personel KP. VI-10-11 Wilayah Paloh secara sigap dan proaktif langsung turun tangan membantu nelayan memikul serta menarik jaring tangkap hingga tersusun rapi di daratan Pelabuhan Tradisional Merbau.
Selain memberikan bantuan tenaga secara fisik, kesempatan tersebut dimanfaatkan petugas untuk menyampaikan pesan-pesan penting keselamatan kerja:
- Meringankan Beban Fisik Nelayan Tradisional: Bantuan tenaga secara langsung mempercepat proses bongkar muat alat tangkap sehingga nelayan dapat segera beristirahat.
- Imbauan Keselamatan Melaut (Safety at Sea): Mengingatkan para nelayan agar senantiasa waspada, memeriksa kondisi fisik perahu, serta selalu memantau perkembangan cuaca ekstrem sebelum berangkat mencari ikan di perairan.
- Perawatan Alat Tangkap: Mengimbau nelayan untuk rutin memeriksa kondisi jaring dan perlengkapan penunjang guna menjaga kelancaran operasional melaut berikutnya.
- Mewujudkan Polairud yang Humanis dan Solutif: Memperkuat figur kehadiran anggota kepolisian perairan yang selalu dekat, ramah, dan siap memberikan solusi atas dinamika harian warga pesisir.
Penguatan Implementasi Program Polisi Penolong Baharkam Polri
Pelaksanaan kegiatan sosial ini berpedoman pada arahan Surat Telegram Kakorpolairud Baharkam Polri Nomor: ST/472/X/HUM.3.3./2025 tanggal 10 Oktober 2025 tentang Program Polisi Penolong. Instruksi ini mengamanatkan seluruh jajaran kepolisian perairan untuk selalu peka, proaktif, responsif, serta hadir menjadi pengayom yang membawa rasa aman dan kepedulian nyata di tengah masyarakat perairan.
Aksi tanggap yang ditunjukkan personel KP. VI-10-11 Wilayah Paloh ini terbukti tidak hanya meringankan pekerjaan nelayan, tetapi juga kian mempererat hubungan silaturahmi serta meningkatkan kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Apresiasi dari Nelayan Tradisional Merbau Paloh
Para nelayan tradisional Merbau, Kecamatan Paloh, menyampaikan rasa syukur, apresiasi mendalam, dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian serta bantuan tenaga yang diberikan oleh jajaran Ditpolairud Polda Kalbar.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak Polairud KP. VI-10-11 Paloh yang sudah sudi turun tangan membantu kami mengangkat jaring dari perahu ke daratan. Bantuan dan imbauan keselamatan yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami para nelayan,” ungkap salah seorang perwakilan nelayan tradisional di lokasi pelabuhan.
Seluruh rangkaian kegiatan pelayanan Polisi Penolong oleh personel KP. VI-10-11 Wilayah Paloh di Pelabuhan Tradisional Merbau tersebut berlangsung dalam situasi yang aman, tertib, lancar, dan kondusif.


